Minggu, 11 September 2011
Assalamu’alaikum…
Temen2 blogger, pada
suka main game gak? Game yang saya maksud disini adalah video game atau
konsole yang bisa dimainkan dalam berbagai platform. Misalnya platform
PlayStation, PC, XBOX, atau handheld seperti PSP, Gameboy, atau bahkan
di ponsel. Bermain game sungguh menyenangkan, sampai2 bisa lupa waktu,
sehingga dulu saya sampai lupa mandi, lupa makan, males kuliah, bahkan
pacar saya sampai saya cuekin karena asyiknya bermain game. Begitulah
akibatnya kalo terus2an nge-game, kita bahkan jadi lupa
segalanya.
segalanya.
Bermain game ada
untungnya juga ada ruginya. Untungnya, yang selama ini saya dapatkan
adalah melatih kepekaan, melatih problem solving, berpikir logis dan
kreatif, dan yang paling berpengaruh adalah secara tidak langsung kita
belajar bahasa Inggris. Manfaat yang terakhir ini sungguh luar biasa,
kita sebagai orang Indonesia sangat buruk dalam mempelajari bahasa
Inggris. Pelajaran di SMP dan SMA yang paling tidak saya sukai adalah
matematika, lho dadi ra nyambung? Maksudnya juga bahasa Inggris. Saya
lebih menyukai memakai bahasa ibu, bahasa Jawa sehingga bahasa Inggris
terasa tidak penting. Namun dengan bermain game, akhirnya secara tidak
langsung saya sedikit demi sedikit bisa berbahasa Inggris. Karena bahasa
yang digunakan dalam game umumnya adalah bahasa Inggris, dan dialog,
pengantar, tips, pilihan yang ada memakai bahasa Inggris, sehingga
semakin sering kita bermain game, kita secara tidak langsung telah
berlatih bahasa Inggris.
Pernah suatu ketika
ketika saya bermain game berjudul “SYBERIA” ber-genre petualangan,
keluaran MICROIDS, saya bingung. Dalam game tersebut, karakter utama
banyak berinteraksi dengan karakter lain, dalam dialog tersebut terdapat
petunjuk2 penting yang harus dimengerti, sehingga sembari bermain, saya
juga membuka kamus untuk mencari makna dari dialog mereka. Hal ini juga
berlaku untuk game2 yang memakai bahasa Inggris, jika saya tidak bisa
mengerti artinya maka kamus adalah teman setia saya ketika bermain game.
Selain melatih
kemampuan berbahasa Inggris, game juga memberikan manfaat seperti
melatih kepekaan, problem solving, dan menuntut berpikir logis.
Bagaimana tidak, pola permainan dalam game adalah melewati rintangan dan
menuju tingkat berikutnya. Sebagai contoh, dalam game berjudul “Silent
Hill 2” ber-genre petualangan, dalam suatu level, tokoh utama dihadapkan
pada jalan buntu, terjebak dalam sebuah sumur. Sungguh mustahil untuk
bisa merangkak naik ke atas, terlebih untuk melompat. Saya sempat
frustasi dengan keadaan ini ketika memainkannya. Saya amati lebih detil,
ternyata pada sebuah bagian pada dinding sumur tersebut terdapat sebuah
retakan kecil. Retakan ini tidak terlihat jika kita tidak mengarahkan
karakter utama untuk mengamati obyek disekitarnya. Retakan tersebut juga
disembunyikan secara sempurna, sehingga untuk menemukannya kita harus
menggunakan senter dalam inventory yang dimiliki karakter yang kita
mainkan. Ketika karakter utama berhasil menemukan retakan itu, saya
tekan tombol “action”, lantas muncul dalam monitor cutscene yang
menggambarkan sang lakon beraksi membongkar retakan itu, lantas muncul
monster yang begitu menyeramkan….
Ternyata maksud
pembuat game ini dan kebanyakan programmer game adalah berusaha melatih
kepekaan, problem solving, dan logika pemain ketika dihadapkan pada
suatu keadaan yang kurang menguntungkan, dibumbui dengan kejutan2 dan
ketegangan yang memompa adrenalin dan emosi. Intinya, KONAMI, pembuat
game SILENT HILL, dan developer game2 yang lain ingin mengatakan bahwa
“dalam keadaan serba sulit, asal kita mau berusaha, pasti ada jalan
keluarnya”
Bukannya kita juga
seharusnya begitu, saat kita berada dalam keterpurukan misalnya
ditinggal atau dikhianati pacar kita, jika kita mau berusaha untuk
bangkit dari keterpurukan, sakit hati, dan kehampaan, maka akan ada
jalan keluarnya? Lho, kok dadi curhat? Bagaimana usaha dan jalan
keluarnya? Ya itu adalah kreativitas masing2 dari kita saja, style kita
aja. Jika dalam game SILENT HILL yang saya ceritakan diatas, pada
akhirnya tokoh utama berhasil menyelesaikan misi (gamenya tamat),
tentunya sudah diatur skenarionya oleh pembuat game tersebut, yaitu
KONAMI. Lalu bagaimana dengan kita? Bukannya jalan cerita (hidup) kita
juga sudah diatur skenarionya oleh yang Maha Kuasa? Jika kita tidak mau
bangkit dari keterpurukan dan keadaan buruk yang menimpa kita, tentunya
kita sama saja takkan pernah keluar dari keadaan tersebut. Sama seperti
lakon dalam SILENT HILL, jika pemain tidak berusaha mencari jalan keluar
dari sumur tersebut, tentunya sang lakon tetap terjebak disitu saja,
pemain frustasi lantas mematikan dan membanting PS atau PCnya. Sama
seperti kita, jika kita tetap tidak mau mencari jalan keluar (problem
solving) dari masalah yang kita hadapi, kita semakin depresi bahkan
mungkin bisa jadi gila atau bunuh diri. Cara seorang pengecut, yang sama
putus asanya dengan pemain game dimana ketika putus asa malah
membanting PS atau PCnya.
Ingat temen2, begitu
kita keluar dari masalah, berbagai masalah sudah siap untuk kembali
menguji kita. Seperti game diatas, begitu keluar dari sumur, monster
ganas sudah menanti dan menyerang tanpa ampun. Sama dengan kita, begitu
kita bisa melupakan pacar yang sudah mengkhianati kita, akan muncul
masalah lain yang mungkin lebih berat, misalnya orang tua kita pensiun
dan tidak bisa membiayai kuliah kita, sehingga kita dituntut untuk
segera selesai kuliah. Dan perlu diingat lagi, setiap kemauan pasti adal
jalan. Kita dikaruniai akal dan pikiran, untuk berpikir kreatif, logis,
dan mencari problem solving. Maka setiap permasalahan yang kita hadapi,
dengan bermodalkan karunia Tuhan yang telah saya sebut diatas, kita
dapat menghadapinya dan siap menyelesaikan masalah berikutnya. Ingat,
hidup kita telah diatur (diskenario) oleh Tuhan. Tuhan memiliki rencana
yang indah buat kita (happy ending), jika ada akhir yang buruk atau bad
ending (bunuh diri, gila) ketika kita tidak sanggup lagi menyelesaikan
masalah, itu bukanlah skenario Tuhan, namun karena kebodohan kita yang
tidak mau berusaha, dan terus meratapi keadaan tersebut, dimana kita
tidak memanfaatkan karunia Tuhan yaitu akal dan pikiran. Intinya kita
adalah orang bodoh dan celaka.
Kesimpulannya bermain
game banyak manfaatnya. Manfaat materialnya kita bisa belajar bahasa
Inggris, melatih kemampuan motorik, dan kemampuan berpikir. Manfaat
spiritualnya adalah berlatih untuk menghadapi masalah dalam hidup kita,
lengkap dengan kepekaan, logika, dan problem solvingnya. Jika teman2
belum pernah menghadapai masalah pelik atau complicated, bisa menyiapkan
diri dengan bermain game dulu. Insya Allah setelah kita berhasil
menamatkan sebuah game petualangan, yang sarat dengan puzzle, kejutan,
dan ketegangan, learning point yang kita dapatkan (kepekaan, logika, dan
problem solving), bisa kita terapkan dalam kehidupan nyata kita, ketika
kita menghadapi suatu masalah atau keadaan yang tidak menguntungkan.
Siap atau tidak, hal itu akan datang pada kita, setelah ini, besok,
lusa, dan kapanpun.
Huff… Capek juga ngetik ya… good bye
Wassalamu’alaikum…
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Tentang apa blog ini?
Tentang apa ajah dah yang penting bermanfaat.
Total Orang Nyasar
DIberdayakan Oleh Reza. Diberdayakan oleh Blogger.
What i Feel Now!!!

game game game
BalasHapus