Jumat, 30 Mei 2014
Mencintai mu seperti saat aku menenun kain
Benang nya adalah setiap nadi dalam tubuh ku
Jarumnya ku tarik dari hatiku
Seakan nanti kekasih ku yang akan memakainya
Cinta, kau anugrah
Jika kau datang Peluk aku
Tak usah kau tahan perlahan
Hempaskan Tubuhmu padaku
Meski aku tau ratusan bahakan Ribuan pisau
Terselip dibalik sayap sayap mu ..
Benang nya adalah setiap nadi dalam tubuh ku
Jarumnya ku tarik dari hatiku
Seakan nanti kekasih ku yang akan memakainya
Cinta, kau anugrah
Jika kau datang Peluk aku
Tak usah kau tahan perlahan
Hempaskan Tubuhmu padaku
Meski aku tau ratusan bahakan Ribuan pisau
Terselip dibalik sayap sayap mu ..
Bahkan kematian akan selalu menempel dan membayangi hidupmu,
Terbang ke langit kemudian terjatuh bebas lewat angan,
Tersampaikan Rindu ku pada Tuhan,
Tersampaikan Salam ku untuk neraka,
Dan sampaikan salam ku untuk malaikat
Yang akan membawa ku bertemu dengan neraka...
Bahkan aku akan mati,
Sepi, Sendiri, Menggigil, Memanggil, Menanti..
Kerisauan Hati akan sebuah mekanisme MATI.
Terbang ke langit kemudian terjatuh bebas lewat angan,
Tersampaikan Rindu ku pada Tuhan,
Tersampaikan Salam ku untuk neraka,
Dan sampaikan salam ku untuk malaikat
Yang akan membawa ku bertemu dengan neraka...
Bahkan aku akan mati,
Sepi, Sendiri, Menggigil, Memanggil, Menanti..
Kerisauan Hati akan sebuah mekanisme MATI.
Kamis, 29 Mei 2014
Terjerumus..
Dalam rumus rumus kehidupan yang mematikan..
Terpaku dalam rotasi kegiatan fana menenggelamkan angan..
Tersesat aku dalam kepiluan yang mendalam
Terbesit aku terjun dalam lautan..
Membiarkan tubuh ini terombang ambing malam..
Bertaburkan bintang, Bersama bulan,,
Dan kemudian terlelap tertidur untuk sementara..
Dan saat aku membuka mata aku berharap, Aku telah Berada di bukit Kematian!!
Dalam rumus rumus kehidupan yang mematikan..
Terpaku dalam rotasi kegiatan fana menenggelamkan angan..
Tersesat aku dalam kepiluan yang mendalam
Terbesit aku terjun dalam lautan..
Membiarkan tubuh ini terombang ambing malam..
Bertaburkan bintang, Bersama bulan,,
Dan kemudian terlelap tertidur untuk sementara..
Dan saat aku membuka mata aku berharap, Aku telah Berada di bukit Kematian!!
Langganan:
Postingan
(Atom)
